Ruhut Bela Jokowi yang Disebut Ingkar Janji

Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan presiden terpilih, Joko Widodo, tidak ingkar janji. Menurut Ruhut, pembagian kursi menteri untuk kalangan profesional partai adalah hal wajar. "Walau dari partai harus profesional," kata Ruhut saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 September 2014. 

Ruhut menjelaskan, pilihan Jokowi untuk membagi kursi menteri dari kalangan profesional partai dan kalangan profesional murni sudah tepat. "Jokowi berusaha menyeimbangkan antara kalangan partai dan profesional," ujar dia. "Dan dari partai tetap harus profesional," kata Ruhut. (Baca: Ini Daftar Kandidat Kuat Pengisi Kabinet Jokowi

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Haris Bobby Hoe, sebelumnya mengatakan Joko Widodo sudah melanggar janji yang telah disampaikan sebelumnya soal pembentukan kabinet. "Saya kira sudah jelas ya, Jokowi tidak memegang janjinya," ujar Haris saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 September 2014.

Saat hendak mendaftarkan diri menjadi presiden pada pertengah Juli lalu, Joko Widodo berjanji tidak akan membagi kursi kepada partai politik pengusungnya dalam pemerintahan mendatang. Ia mengatakan, tidak ada transaksi politik apa pun bagi partai yang ingin bergabung dalam dalam koalisi PDI Perjuangan. (Baca: Jokowi Siapkan 2 Pos Menteri untuk Partai KMP

Pernyataan Jokowi menjelang pemilihan presiden itu bertolak belakang dengan peristiwa 15 September 2014. Saat itu Jokowi mengumumkan akan membagi kursi menteri dalam dua bagian, yaitu 16 kursi untuk kalangan profesional partai dan 18 kursi untuk kalangan profesional nonpartai.

Menurut Haris, memang hak preogratif Jokowi untuk memilih siapa yang nanti duduk akan sebagai menteri di pemerintahan mendatang. "Tapi ya itu, mengapa ingkar janji," kata dia. Menurut haris, akan lebih baik jika Jokowi tidak mengumbar janji-janji sebelum mencalonkan diri menjadi presiden. "Kenyataannya sekarang sudah beda." (Baca: Tim Transisi: Soal Kabinet Wewenang Jokowi
)

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPR, Puan Maharani, tidak mempersoalkan komposisi kabinet pemerintahan Joko Widodo. Menurut Puan, menteri dari partai juga memiliki kapasitas yang bagus. "Kita harus pahami bahwa kalau dari parpol sepertinya sama baiknya dengan orang profesional," katanya di Kompleks Senayan Jakarta, Selasa, 16 September 2014. 

Puan menegaskan, banyak politikus memiliki gelar profesor. Karena itu, Puan tidak mempermasalahkan menteri dari kalangan parpol. Dengan komposisi tersebut, Puan berharap pemerintahan Jokowi-Kalla berjalan efektif. Sehingga program-program andalan Jokowi-Kalla bisa terealisasikan. "Kabinet yang berasal dari berbagai kalangan bisa membantu kinerja presiden sesuai dengan visi misi." - Tempo

Read More..

1 Miliar Dana Pembangunan untuk Desa

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengawali kegiatan di akhir pekan dengan menghadiri Kongres Pergerakan Desa 2014 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

Pantauan Liputan6.com, Sabtu (6/9/2014), Jokowi datang dengan menumpangi mobil Mercedes Benz hitam B 1190 RFS dengan kawalan ketat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Jokowi datang dengan pakaian sederhana kemeja putih dan celana hitam.

Sesampainya di Ball Room hotel, Jokowi disambut peserta kongres yang sudah menunggu sejak pagi. Mereka masih berebut untuk bersalaman dan berfoto dengan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi tidak sendiri. Di lokasi yang sama sudah hadir pengusaha Mooryati Soedibjo. Mooryati ternyata menjadi Pembina Gerbang Sari yang menyelenggarakan kongres pada hari ini.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Gerbang Sari, Joko Wandyatmoko. Joko mengatakan, Gerbang Sari sebagai elemen dari desa siap mengawal pemerintahan Jokowi 5 tahun ke depan. Joko juga ingin memperkuat pemerintahan sebagai corong dari komunitas yang berasal dari desa.

"Kami ingin seperti bapak, bekerja sama rakyat. Kami hanya deklarasi saja. Kami mohon diperkuat kami akan menjadi corong pengawal bapak dalam porsi komunitas pedesaan, pemberdayaan ekonomi rakyat," ujar Joko.

Sementara, Jokowi mengatakan, pembangunan desa sangat penting. Karena itu pemerintahannya juga akan memulai pembangunan dari desa. Untuk membantu membangun desa, Jokowi akan mengalirkan dana Rp 1 miliar hingga Rp 1,4 miliar per desa.

"Mulai tahun depan akan ada pengucuran dana Rp 1 miliar hingga Rp 1,4 miliar setiap desa per tahun. Ini juga bukan uang yang sedikit kalau sistem dan manajemen tidak disiapkan, justru akan berbahaya bagi masyarakat di desa dan perangkat di desa dan pembangunan di desa tidak bisa hanya lingkup di desa tapi harus terintegrasi," kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi ingin masyarakat desa tidak hanya memikirkan uang dan anggaran. Jokowi mencontohkan, ada salah satu desa di Salatiga, Jawa Tengah. Masyarakat desa itu dapat dengan mandiri mengembangkan berbagai sumber daya untuk meningkatkan ekonomi desanya sendiri.

"Bagaimana masyarakat mandiri tanpa bicara anggaran sangat produktif. Pupuk buat sendiri, produk cabai, sayur dengan cara modern sehingga harganya lebih tinggi. Mereka juga tidak memasukkan produksinya di pasar tradisional tapi ke pasar yang lebih modern, jadi keuntungan di desa itu lebih banyak. Jadi mereka tidak pikir anggaran, tidak pikir uang, tapi berbuat," tegas Jokowi.

Read More..

42 Calon Anggota Kabinet Jokowi-JK

Sebanyak 42 calon anggota kabinet dijaring dalam pemilihan tersebut. Berikut daftar 42 kandidat calon anggota kabinet dengan keterpilihan tertinggi:

1. Menteri Pendidikan Nasional: Anies Baswedan dengan 3.032 pemilih.
2. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Poltak Sitanggang dengan 2.753 pemilih.
3. Menteri Perindustrian: Dahlan Iskan dengan 2.604 pemilih.
4. Jaksa Agung: Abraham Samad dengan 2.559 pemilih.
5. Menteri Sekretaris Negara: Maruarar Sirait 2.534 pemilih.
6. Menteri Kesehatan: Ribka Tjibtaning 2.379 pemilih.
7. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Erwin Usman dengan 2.369 pemilih.
8. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Najwa Shihab dengan 2.346 pemilih.
9. Menteri Luar Negeri: Hikmahanto Juwana dengan 2.195 pemilih.
10. Kepala BNP2TKI: Anis Hidayah dengan 2.155 dengan pemilih.
11. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa dengan 2.127 pemilih.
12. Menteri Agama: Komarudin Hidayat dengan 2.111 pemilih.
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Rieke Diah Pitaloka dengan 2.109 pemilih.
14. Menteri Perumahan Rakyat: Mohammad Jehansyah Siregar dengan 2.102 pemilih.
15. Menteri Dalam Negeri: Basuki Tjahaja Purnama dengan 2.091 pemilih.
16. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan dengan 2.087 pemilih.
17. Menteri Riset dan Teknologi: Yohanes Surya dengan 2.067 pemilih.
18. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat: Tri Rismaharini dengan 2.035 pemilih.
19. Menteri Pemuda dan Olahraga: Adian Napitupulu dengan 1.966 pemilih.
20. Menteri Komunikasi dan Informatika: Onno W Purba dengan 1.966 pemilih.
21. Menteri Koordinator Perekonomian: Faisal Basri dengan 1.897 pemilih.
22. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal: Indra J Piliang dengan 1.894 pemilih.
23. Menteri Pertanian: Dwi Adreas Santosa dengan jumlah 1.888 pemilih.
24. Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN): Usep Setiawan dengan 1.880 pemilih.
25. Menteri Hukum dan HAM: Zainal Arifin Muchtar dengan 1.863 pemilih.
26. Menteri Kelautan dan Perikanan: Hugua dengan 1.859 pemilih.
27. Menteri Pembangunan Perencanaan Negara/Bappenas: Agus Suhartono dengan 1.830 pemilih.
28. Menteri Perdagangan: Marie Elka Pangestu dengan 1.822 pemilih.
29. Menteri Keuangan: Hendrawan Supratikno dengan 1.777 pemilih.
30. Menteri Pekerjaan Umum: Marwan Jafar dengan 1.762 pemilih.
31. Menteri Pertahanan: Mayjen (Purn) TNI TB Hasanuddin dengan 1.759 pemilih.
32. Kepala Badan Intelijen Negara: As'ad Said Ali dengan 1.747 pemilih.
33. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah: Budiman Sudjatmiko dengan 1.743 pemilih.
34. Kepala BKPM: Ichsanoodin Noorsy dengan jumlah 1.634 pemilih.
35. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan: TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dengan 1.624 pemilih.
36. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Wanda Hamidah dengan 1.584 pemilih.
37. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Edwin H Sukowati dengan 1.567 pemilih.
38. Menteri Kehutanan: Chalid Muhammad dengan 1.493 pemilih.
39. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Komarudin Watubun dengan 1.315 pemilih.
40. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung Wibowo dengan 1.152 pemilih.
41. Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Budi Arie Setiadi dengan 928 pemilih.
42. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB): Eko Teguh Paripurno dengan 720 pemilih.

Berdasarkan statistik terhadap hasil jajak pendapat tersebut, kandidat menteri yang beragama Islam sebanyak 92 orang dan non-Muslim sebanyak 31 orang.

Berdasarkan usia, kandidat menteri yang memiliki usia 60 tahun ke atas sebanyak 11 orang, usia 50-59 tahun sebanyak 42 orang, usia 40-49 tahun sebanyak 48 orang, dan usia 30-39 tahun sebanyak 22 orang.

Dilihat dari latar belakang partai atau nonpartai, sebanyak 71 orang tidak berafiliasi dengan partai politik dan 51 orang berafiliasi dengan partai politik. Sebanyak 32 orang asal PDI-P, 13 orang dari Partai Nasdem, 6 orang dari PKB, dan satu orang asal Partai Hanura.

Jajak pendapat tersebut dimulai sejak 27 Juli 2014 pukul 03.00 WIB hingga 4 September 2014 pukul 00.01 WIB. Jajak pendapat digelar dengan metode satu akun Facebook untuk satu pos kementerian.

Polling memberikan ruang bagi masyarakat memilih usulan di luar daftar yang ditampilkan. Tercatat, jumlah kunjungan ke situs tersebut sebanyak 606.400 akun. Sebanyak 162.788 akun di antaranya memberikan pilihan.

Dari jumlah pemilih itu, sebanyak 105.812 pemilih berasal dari Indonesia. Sementara itu, sisanya berasal dari luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, Taiwan, Inggris, Amerika Serikat, Mesir, dan Arab Saudi.

Menurut Rahman polling kandidat menteri bagi kabinet Jokowi-JK merupakan bentuk partisipasi rakyat dalam membentuk pemerintahan.

"Jokowi berkali-kali minta agar seluruh rakyat Indonesia memberikan masukan, baik nama, kriteria, maupun arsitektur kabinet. Polling ini menjawab apa yang diminta Jokowi," ujar dia. Sumber: Kompas

Read More..

Hatta Rajasa Temui Jokowi di Rumah Surya Paloh

Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan mengungkapkan Hatta Rajasa memberikan ucapan selamat kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan di kediaman Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Jakarta, Senin (1/9) malam.

"Silaturahmi dan memberikan ucapan selamat," kata Zulkifli Hasan melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa dini hari (2/9/2014).

Zulkifli yang juga merupakan Menteri Kehutanan itu tidak memberikan informasi detail ihwal pembicaraan apa saja yang terjadi dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu.

Sebelumnya Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) didampingi salah satu Deputi Tim Transisi Hasto Kristianto diberitakan menghadiri pertemuan tertutup di rumah Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh, di Jalan Permata Berlian R 20, Permata Hijau, Senin (1/9) malam. Jokowi datang dengan menggunakan mobil dinas kepresidenan Mercedes S Class bernomor polisi B 1190 RFS.

Tidak diketahui pasti pukul berapa Jokowi dan Hasto tiba di rumah Surya Paloh. Namun demikian, pada kesempatan yang sama, tampak pula cawapres pendamping Prabowo Subianto, Hatta Rajasa.

Kehadiran Hatta diketahui wartawan saat yang bersangkutan sempat keluar sejenak di teras rumah Surya Paloh sekitar pukul 20.30 WIB.

Jokowi dan Hasto sendiri meninggalkan kediaman Surya Paloh pada pukul 21.50 WIB. Sementara Hatta dikabarkan pulang lebih dulu melalui pintu lain. (antara)

Read More..