Pelantikan Jokowi Masih Terhambat

Meskipun telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden terpilih periode 2014-2019, langkah Joko Widodo menuju istana masih terganjal dua hal, yakni masalah hukum dan politik.

"Dia harus menang dulu dalam pertarungan hukum melawan Prabowo di Mahkamah Konstitusi (MK) apabila capres nomor urut satu itu mengajukan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU)," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, Kamis (24/7/2014).

Said menambahkan, MK bisa saja menganulir ketetapan KPU yang menetapkan Jokowi sebagai calon Presiden terpilih. Hal ini pernah terjadi saat PHPU kepala daerah Kotawaringin Barat.

"Andaipun di MK nanti menjatuhkan putusan yang menyatakan menolak permohonan dari kubu Prabowo, maka kemenangan Jokowi dalam pertarungan hukum masih harus berlanjut ke pertarungan berikutnya, yaitu pertarungan politik antar parpol pendukung pasangan capres-cawapres di DPR," paparnya.

Dalam pertarungan ini lanjut Said, parpol pendukung Jokowi harus mampu menyelenggarakan sidang paripurna MPR untuk melantik Jokowi. Namun komposisi DPR sendiri didominasi oleh partai-partai pendukung Prabowo-Hatta dengan 353 kursi.

Selain itu tambah Said, saat ini Jokowi belum bisa dikatakan sebagai Presiden terpilih.

"Jokowi memang telah dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2014 oleh KPU. Tetapi sepanjang belum resmi dilakukan pelantikan, maka dia belum bisa dikatakan sebagai Presiden terpilih dan belum benar-benar akan menjadi Presiden RI ke-7. Menurut hukum, status Jokowi sampai dengan hari ini adalah calon Presiden Terpilih, bukan Presiden terpilih," tandas Said. [inilah]

Read More..

Pelantikan Presiden dan Kabinet Jokowi

Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, perkara pembentukan kabinet Jokowi - JK akan diumumkan setelah pelantikan Oktober nanti. Dia menjanjikan kabinet Jokowi akan diisi oleh orang-orang yang tepat sesuai dengan kapasitas masing-masing.

"Yang saya pahami soal kabinet akan diumumkan setelah pelantikan presiden dan wapres Oktober nanti sesuai jadwal dan tahapan-tahapan. Bapak Jokowi
sekarang konsentrasi kembali tugas seperti biasa," ujar Tjahjo dalam pesan singkat, Rabu (23/7).

Dia menegaskan, tidak ada bagi-bagi kursi dalam kabinet Jokowi-JK nanti. Tjahjo juga belum bisa bicara siapa-siapa saja yang bakal mengisi kabinet nanti.

Namun yang jelas, kata dia, kursi menteri akan diisi oleh orang yang tepat. Kursi menteri, kata dia, akan diduduki oleh orang yang punya kapasitas.

"Yang saya pahami ukurannya bukan bagi-bagi kursi partai pendukung, siapapun dia berasal dari mana asal tepat, punya kapasitas, punya pendidikan, pengetahuan di bidangnya," tegas dia.

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan dia mengalokasikan jatah 20 persen menteri untuk parpol pendukungnya. Hal itu diungkapkan Jokowi saat diwawancarai Reuters akhir pekan lalu seperti dikutip japantimes, Rabu (23/7).

Awalnya Jokowi menjelaskan soal upayanya yang akan membuat Indonesia menjadi tempat yang ramah bagi para investor. Sejumlah kemudahan dijanjikan seperti pengurusan izin yang akan dipercepat.

Ketika ditanya, gaya kepemimpinan apa yang akan dilakukannya, Jokowi menyatakan akan tegas, terutama kepada para menteri-menterinya.

"Jika (para menteri gagal), banyak sekali orang baik di Indonesia yang bisa menggantikan mereka. Saya akan mencopot dan mengganti mereka. Sangat mudah buat saya," ungkapnya.

"Mereka (menteri-menteri) harus orang yang bersih, kompeten, punya kemampuan memimpin yang bagus dan berkomitmen melayani rakyat," imbuh Jokowi. Merdeka

Read More..

Akankah Jokowi Mampu Hapus Subsidi BBM

Dari daftar pekerjaan rumah Jokowi, aspek teratas adalah penanganan ekonomi Indonesia – terutama subsidi bahan bakar minyak.

Indonesia menghabiskan sekitar US$20 miliar setiap tahun untuk subsidi BBM sehingga harga bensin di Indonesia menjadi salah satu yang termurah di dunia.

Selama kampanye, Jokowi berjanji untuk menghilangkan subsidi ini, tetapi hal itu tidak akan mudah.

Upaya-upaya serupa oleh presiden-presiden sebelumnya telah terbukti berantakan dan kacau, menuai protes di jalanan serentak secara nasional.

Meningkatkan ekonomi Indonesia adalah salah satu prioritas utama pemerintah mendatang
Jokowi akan membutuhkan dukungan dari orang-orang yang memilih dia ke puncak kekuasaan, jika dia akan melakukan semua reformasi yang sulit tetapi penting untuk negaranya.

Jokowi juga harus mengarahkan ekonomi kembali ke kondisi yang baik.

Indonesia telah menderita akhir boomingkomoditas - yang berarti bahwa uang tidak akan lagi mengalir deras ketika harga batubara setinggi langit.

Jokowi juga harus menjangkau investor asing untuk membantu membangun kembali kepercayaan tanpa membuat pendukungnya beranggapan aset Indonesia telah dijual kepada pembeli asing dengan harga murah.

Kunci keberhasilan Jokowi terletak pada kabinetnya. Wajah menteri-menteri yang akan dia tunjuk memang belum tampak, tapi kalau dilihat dari janji ketika ia menjadi gubernur Jakarta, para menteri akan ditunjuk berdasarkan rekam jejak mereka, bukan afiliasi politik.

Gaya pemerintahan semacam ini tergolong baru di Indonesia sehingga banyak anggota elite bisnis dan politik mungkin akan kesulitan membiasakan diri.JokowiSikap Jokowi yang sederhana disebut alasan dibalik keberhasilannya meraih simpati masyarakat.

Sementara itu, di taman tempat saya bertemu Jokowi, kelompok penggemar Jokowi bertambah besar. Dia menunjukkan kepada publik senyum sederhananya yang sekarang terkenal dan memberi tos kepada beberapa anak - termasuk anak saya.

Tidak dapat disangkal Jokowi adalah pahlawan bagi banyak orang Indonesia yang melihatnya sebagai obat mujarab untuk semua penyakit mereka. Tantangan terbesarnya adalah mencoba merealisasikan harapan mereka.

Read More..

Pencapaian Jokowi Penuh Rintangan

Pencapaian Jokowi bukan prestasi yang bisa dianggap biasa. Sejak Indonesia merdeka 68 tahun lampau, hanya anggota elite politik dan militer yang terpilih sebagai presiden.

Jokowi adalah pemimpin pertama dari luar dua golongan tersebut yang terpilih sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Namun, meskipun Jokowi dipuji orang Indonesia dan pemerintah asing, bukan berarti masa jabatannya bakal tanpa rintangan.

"Jangan berharap kepresidenan Jokowi akan lancar," kata Dr Marcus Mietzner, Associate Professor dari Australian National University kepada saya.

"Dia tidak akan menjadi juru selamat yang diharapkan banyak orang. Dia juga kemungkinan besar tidak akan menjadi presiden yang hebat.

Jokowi akan mengalami kesulitan terkait gaya pemerintahannya di tingkat nasional. Tidak ada yang pernah mencoba apa yang dia lakukan sebelumnya. "

Dr Mietzner mengacu pada gaya informal Jokowi, gaya yang ia jalani semasa menjadi wali kota Solo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Indonesia.

Di sanalah dia menjadi terkenal, menggerakkan 500.000 penduduknya dengan janji-janji untuk memberantas korupsi dan menghilangkan sistem birokrasi bertele-tele.

Dan justru karena janji-janji seperti itulah Jokowi mendapatkan begitu banyak penggemar di seluruh negeri ini.

Inspeksi mendadak ke kantor-kantor pemerintahan dan gaya "blusukan-nya" membuat Jokowi menjadi pahlawan di antara kaum miskin Indonesia.

"Dia adalah pria yang baik," kata Ngatirin, seorang pria berusia 45 tahun yang memilih Jokowi pada pilpres 9 Juli lalu.

"Dia bekerja keras dan dia mencoba berbuat baik untuk orang-orang. Dia adalah salah satu dari kami."

Kendati dukungan rakyat penting dalam memenangi pemilihan umum dan pemilihan presiden, dukungan rakyat saja tidak akan banyak berguna ketika Jokowi berkuasa dan harus menghadapi anggota-anggota parlemen.

"Jokowi akan menghadapi tantangan internal di dalam koalisi," kata Dr Mietzner.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki mayoritas 70% di parlemen dan itu tidak membantu sama sekali. Joko Widodo akan mencoba untuk melibatkan parlemen secara langsung dibandingkan membangun koalisi, tetapi itu akan menjadi tantangan."

Hal itu karena koalisi Jokowi 
dari partai-partai saat ini memegang sekitar sepertiga dari seluruh kursi di parlemen Indonesia, sedangkan koalisi Prabowo Subianto menguasai sekitar dua pertiga dari keseluruhan kursi.

Read More..