Profil dan Biodata Keluarga Jokowi Joko Widodo

Profil dan Biodata Keluarga Joko WidodoKeluarga Joko Widodo adalah orang-orang yang terkait dalam garis keluarga Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo yang saling memiliki hubungan darah. Termasuk di dalamnya orangtua, kakek, nenek, adik, anak-anaknya, dan saudara karena hubungan pernikahan (keluarga istri Jokowi dan keluarga adik-adik Jokowi).

Joko Widodo menikahi Iriana di Solo, Jawa Tengah pada 24 Desember 1986. Mereka dikaruniai tiga orang anak bernama Kahiyang Ayu, Kaesang Pangarep, dan Gibran Rakabuming Raka.

Gibran Rakabuming Raka - Gibran Rakabuming Raka (lahir di Solo, 1 Oktober 1987; umur 27 tahun) adalah putra sulung dari Joko Widodo. Sejak kecil Gibran menetap di Solo, namun saat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dirinya pindah ke Singapura untuk melanjutkan sekolah setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMA) pada tahun 2002 di Orchid Park Secondary School, Singapura. Selanjutnya pada tahun 2007 Gibran lulus dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) dan melanjutkan studinya ke University of Technology Insearch, Sydney, Australia hingga lulus di tahun 2010. Ia menjabat sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) Kota Solo. Sejak Desember 2010, ia membuka usaha katering yang diberi nama Chilli Pari beralamat di Jalan Pleret Utama Nomor 1, Banyuanyar, Solo yang melayani penyediaan katering hingga paket pernikahan.

Kahiyang Ayu - Kahiyang Ayu (lahir di Solo, 20 April 1991; umur 23 tahun)[3] adalah anak ke-dua dan putri satu-satunya dari Joko Widodo. Ia merupakan mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang wisuda dengan IPK 3,12 pada tanggal 17 Desember 2013.

Kaesang Pangarep - Kaesang Pangarep (lahir di Solo, 25 Desember 1994; umur 19 tahun)[4] adalah putra bungsu dari Joko Widodo. Sejak SMU, Kaesang mengikuti jejak kakak tertuanya Gibran untuk melanjutkan pendidikannya di Singapura.[5] Kaesang Pangarep baru saja lulus dari Anglo-Chinese School di Singapura.

Orangtua

Orangtua Jokowi adalah Sujiatmi (ibu), dan Notomiharjo (ayah). Keduanya adalah teman saat remaja yang kemudian menikah. Sujiatmi keturunan petani Jawa sementara Notomiharjo adalah keturunan Lurah Karanganyar, namun keduanya hidup sulit setelah menikah muda dan putus sekolah.

Kakek dan Nenek

Kakeknya dari pihak ayah bernama Lamidi Wiryo Miharjo adalah Kepala Desa yang memimpin Desa Kragan. Ia terkenal dengan panggilan Lurah Dongkol. Notomohardjo adalah anak pertama dari Lamidi Wiryo Miharjo dan Painem, selain saudaranya yang lain Wahyono, H. Mulyono Herlambang, Joko Sudarsono dan Heru Purnomo. Sementara dari silsilah ibu, Sujiatmi, adalah anak pedagang kayu di Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak Boyolali bernama Wirorejo dan pasangannya Sani.

Adik

Jokowi memiliki tiga adik perempuan, bernama Iit, Ida, dan Titik. Ia sebenarnya memiliki seorang adik laki-laki bernama Joko Lukito, namun meninggal saat persalinan.
Selengkapnya

Jokowi Person of The Year 2014 Majalah TIME

Person of The Year 2014 Majalah TIME
Nama Presiden Joko Widodo masuk dalam polling Person of The Year yang digelar Majalah TIME. Meski tidak menduduki puncak peringkat, Jokowi berhasil menggunguli Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Dikutip dari situs TIME, Rabu (10/12/2014) malam, pejuang Ebola berada di peringkat teratas pilihan redaksi majalah asal Paman Sam tersebut. Disusul oleh Ferguson Protesters di peringkat kedua dan Vladimir Putin di peringkat ketiga. Sementara Massoud Barzani berada di peringkat keempat disusul Jack Ma.

Sedangkan untuk pilihan pembaca melalui polling, gelar jawara Person of The Year 2014 disabet Perdana Menteri India Narendra Modi dengan perolehan suara mencapai 16,2 persen. Ferguson Protesters berada di posisi kedua dengan raihan suara 9,2 persen.

Berikut 15 besar Person of The Year versi pilihan pembaca TIME:

1. Narendra Modi (16,2%)
2. Ferguson Protestors (9,2%)
3. Joshua Wong (7%)
4. Malala Yousafzal (4,9%)
5. Ebola Doctors and Nurses (4,5%)
6. Vladimir Putin (4,3%)
7. Laverne Cox (3,4%)
8. Joko Widodo (2,7%)
9. Pope Francis (2,6%)
10. Chibok Girls (2,5%)
11. Barack Obama (2,2%)
12. Beyonce (2,1%)
13. Jennifer Lawrance (2%)
14. Angela Merkel (1,8%)
15. Taylor Swift (1,7%)

Nah, untuk posisi Jokowi yang juga mantan Gubernur Jakarta, pembaca menempatkannya di urutan kedelapan dengan mengantongi suara 2,7 persen. Sementara Obama yang sebelumnya telah dua kali terpilih menjadi Time of The Year berada di peringkat ke-11 dengan suara 2,2 persen.

Sebelumnya dalam polling yang dibuka sejak pertengahan November hingga 6 Desember 2014 itu, Jokowi pernah menempati peringkat ke-7 dengan 2,8 persen dan Obama di peringkat ke-12 dengan 2,3 persen. Sayang posisi tersebut bergeser hingga penutupan polling yang disampaikan melalui Twitter, Facebook dan situs TIME.com sendiri. - Detik


Selengkapnya

Jokowi Bangun Jalan Rp 500 Miliar di Gorontalo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke proyek Gorontalo Outter Ring Road (GORR). Proyek jalan lingkar luar non tol ini memakan dana Rp 500 miliar dengan panjang jalan sekitar 45 kilometer.

Saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyebutkan dana Rp 500 miliar untuk pembangunan GORR. Presiden Jokowi menimpalinya dengan santai.

"Rp 500 miliar itu kecil, palingan tiap tahun mintanya cuma Rp 200 miliar," ujar Presiden Joko Widodo,‎ di proyek GORR, Jumat (5/12/2014).

Menurutnya, dana Rp 500 miliar bukan dana yang besar karena Presiden telah melakukan pengalihan subsidi BBM. Dengan adanya pengalihan subsidi BBM, Jokowi mengklaim bisa menghemat triliunan Rupiah‎.

"Ini saya sampaikan, kita ingin anggaran kita tepat sasaran," ujarnya.

Jokowi menambahkan dana-dana pengalihan subsidi BBM harus dipakai untuk membangun hal yang produktif, bukan konsumtif.

"Masa kalau enggak dialihkan, Rp 1.400 triliun tiap hari kita bakar. Kalau dipakai untuk membangun jalur kereta api seluruh Indonesia paling hanya Rp 350 triliun," kata Jokowi.
Selengkapnya

Jokowi Instruksikan Tenggelamkan Kapal Ilegal

Jokowi Instruksikan Tenggelamkan Kapal Ilegal Mulai Akhir Pekan Ini - Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajaran TNI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan mulai Sabtu (6/12/2014). Penenggelaman akan dilakukan untuk kapal-kapal yang ditangkap di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

"Presiden menyampaikan terkait dengan tindakan tegas terhadap para pelanggar atau pencuri ikan yang masuk wilayah kita dengan ketegasan akan dilakukan upaya hukum sampai pada penenggelaman kapal. Sudah dilaporkan dan akan dilakukan pada Sabtu mendatang," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno seusai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Kapal yang akan ditenggelamkan berjumlah tiga unit dan semuanya adalah kapal asing yang secara ilegal masuk ke perairan Indonesia. Kapal-kapal itu juga telah terlebih dulu disita negara melalui proses pengadilan dan diletakkan di Pulau Matak, Anambas.

Teknis penenggelaman kapal, ucap Tedjo, bisa dengan cara menembak badan kapal hingga akhirnya tenggelam atau membakarnya. (Baca: Jokowi: Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan!)

"Bisa ditembak, bisa kita bakar, seperti yang dilakukan oleh Australia. Pesannya, jangan sekali-kali lewat perbatasan laut Indonesia," imbuh mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut itu.

Lebih lanjut, Tedjo mengatakan, pemerintah berusaha menegakkan aturan. Pemerintah juga sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak untuk merealisasikan rencana ini.

"Kami sudah minta pendapat beberapa pihak terkait dan bisa dilaksanakan," ucap dia.

Penenggelaman kapal ini sesuai dengan Pasal 69 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, ayat (1) dan (4). Aturan dalam ayat (1) berisi, "Kapal pengawas perikanan berfungsi melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang perikanan dalam wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia."

Adapun ayat (4) berbunyi, "Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana ayat (1) penyidik dan atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan atau penenggelaman kapal perikanan berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup."

Presiden sempat meminta aparat terkait untuk melakukan tindakan tegas terhadap aksi pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia. Tidak hanya mengejar lalu menangkap, Jokowi bahkan menginstruksikan agar kapal-kapal pencuri ikan itu ditenggelamkan untuk memberikan efek jera. - Kompas
Selengkapnya

Media Malaysia Sebut Jokowi Presiden Angkuh

Media Malaysia menyerang Presiden Joko Widodo. Pria yang karib disapa Jokowi itu dicap angkuh atas sikap kerasnya kepada para nelayan Negeri Jiran yang masuk menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa izin.

"Arahan itu menggambarkan Jokowi pemimpin yang sedikit angkuh dalam menguruskan isu antara negara. Ini seolah-olah memperlihatkan Jokowi memilih pendekatan konfrontasi, bertentangan dengan gambaran yang diberikan sebelum ini.

Tetapi tidak dinafikan sebahagian besar rakyat Indonesia berbudaya dan beretika tinggi," demikian laporan yang berjudul 'MAAF CAKAP, INILAH JOKOWI' yang diunggah Utusan Online.

Tulisan ini lantas mengulas ucapan Jokowi yang dianggap menggunakan konfrontasi dengan memerintahkan untuk menenggelamkan perahu-perahu nelayan Malaysia yang ditangkap.

Disebutkan bahwa Utusan Malaysia Jumat lalu melaporkan Jokowi berkata, “Tidak perlu menahan mereka. Karamkan bot mereka. Karamkan 10 hingga 20 bot. Itu membuatkan mereka berfikir.”

Dengan perintah ini, media Malaysia tersebut juga menyebut Jokowi mengambil sikap yang bertentangan dengan semangat serumpun dalam hubungan sebagai negara bertetangga.

"Dalam hubungan sesetengah pihak di negara ini yang mendokong gagasan “bangsa serumpun” tetapi Indonesia mengambil pendekatan bertentangan semangat serumpun," demikian bunyi artikel tersebut. (awa/jpnn)
Selengkapnya